Niat dan Tata cara Mandi wajib sesuai tuntunan Rasulullah

Niat dan Tata cara Mandi wajib sesuai tuntunan Rasulullah

Apa itu Mandi Wajib

Mandi Wajib adalah mandi yang dilakukan karena sebab-sebab tertentu seperti sehabis berjima, haid, nifas serta melahirkan dan dilakukan dengan cara mengalirkan air keseluruh tubuh untuk membersihkan diri dari hadast besar. Mandi wajib ini sesuai dengan namanya, wajib dilakukan oleh kaum muslimin ketika mengalami salah satu dari beberapa hal diatas.

Ini artinya, anda harus melakukan ritual mandi wajib jika memenuhi salah satu atau beberapa kondisi berikut:

  • Sehabis berjima’/bersetubuh
  • Keluar mani
  • Meninggal dunia
  • Sehabis Menstruasi bagi wanita (Haid)
  • Nifas
  • Sehabis melahirkan, biasa disebut dengan Wiladah

Seseorang yang berhadast besar dan belum melakukan mandi wajib sesuai tuntunan Rasulullah, maka dilarang melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menyentuh/memegang Al Qur’an
  • Mengerjakan sholat fardhu maupun sunat
  • Melakukan Thawaf
  • Berdiam diri dalam jangka waktu yang lama di Masjid
  • Diberikan talak untuk wanita
  • Melakukan puasa (wajib maupun sunat)
  • Bersetubuh/Berjima’
  • Masuk masjid (khusus untuk wanita Haid)

tata-cara-mandi-wajib

Niat Mandi Wajib

Berbicara masalah niat, maka sebenarnya ini berkaitan dengan amalan hati. Oleh karenanya, banyak ulama yang tidak melafazkan niatnya ketika melakukan ibadah tertentu. Termasuk ketika melakukan Mandi Wajib/Junub dan lainnya.

Namun, sebagian yang lain ternyata ada juga yang melafazkannya. Menurut hemat kami, kita tidak perlu mempertentangkannya. Silahkan pilih saja salah dari 2 pilihan tersebut. Mau di lafazkan atau tidak. Khusus bagi anda yang melafazkan niat mandi wajib, mungkin beberapa lafaz niat mandi wajib berikut bisa anda hafal.

Niat Mandi Wajib / Junub

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifraf’il Hadatsil Akbar Fardhonn Lillahi Ta’aala” Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala”

Anda bisa melafazkan niat diatas menggunakan bahasa arab dan bisa juga menggunakan bahasa indonesia, jika seandainya dikhawatirkan salah saat membaca lafaz arab.

Niat mandi besar saat Haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Haid Lillahi Ta’ala” Artinya:”saya niat mandi wajib untuk menghilangkan hadast haid karena Allah Ta’ala”

Niat Mandi Wajib saat Nifas

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari nifas fardu karena Allah ta’ala

Itulah beberapa lafaz niat mandi wajib yang bisa anda hafal dan lafazkan saat ingin melakukan mandi wajib. Sekali lagi kami tekankan. Masalah melafazkan dan tidak melafazkan adalah masalah khilafiyah sehingga tidak perlu dipertentangkan anda pilihan yang satu dengan yang lainnya

Lalu bagaimana tata cara mandi wajib yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, bagaimana pula niat dari mandi wajib ini. Kami akan mengupasnya secara lengkap melalui tulisan kali ini. Mudah-mudahan bermanfaat.

TATA CARA MANDI WAJIB

Cara Mandi Wajib untuk Laki-laki

Sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam tentulah kita harus menjadikan beliau contoh dari semua sisi kehidupan. Termasuk ketika melakukan Mandi Wajib/Mandi besar. Jangan sampai kita melakukan mandi wajib sesuai pemahaman kita saja tanpa bertanya terlebih dahulu kepada para ulama yang lurus bagaimana Nabi kita melakukannya.

Terkait dengan mandi Wajib ini, setidaknya ada 2 hadist Nabi yang menjelaskannya untuk kita semua. Dan 2 hadist inilah yang nantinya akan kita jadikan rujukan ketika melakukan Mandi Wajib/Mandi besar

Hadist pertama

Dari Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengguyurkan air ke seluruh badannya

[tweetshare tweet=”#Hadist pertama tentang Mandi Wajib# Dari Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengguyurkan air ke seluruh badannya.” (HR. Bukhari No. 248 dan Muslim no. 316)” username=”idkaffah”]

Hadist Kedua

Dari Ibnu Abbas, bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Selanjutnya, beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)

[tweetshare tweet=”#Hadist kedua tentang Mandi Wajib# Dari Ibnu Abbas, bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Selanjutnya, beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)” username=”idkaffah”]

Note: sangat disarankan untuk melihat kitab hadist Bukhari dan Muslim secara langsung

Nah, berdasrkan 2 Hadist Nabi Muhammad diatas, maka bisa kita simpulkan urutan tata cara mandi Wajib bagi seorang muslim adalah sebagai berikut:

#1. Berniat untuk melakukan mandi Wajib, karena inilah yang membedakan anda melakukan Mandi Wajib dan mandi biasa. Jadi, jangan lewatkan bagian ini

#2. Mencuci kedua tangan dengan menuangkan air ke kedua tangan tersebut

#3. Menyiram/membasuh kemaluan. Dilakukan dengan mengambil air menggunakan tangan kanan dan menggosok kemaluan menggunakan tangan kiri.

#4. Membasuh/menggosok tangan kiri menggunakan sabun atau sejenisnya. Hal ini dilakukan sebagai alternatif dari menggosokannya ke tanah (Nabi melakukannya dengan menggosokan tangan ke tanah, karena khawatir ada hadast yang menempel di tangan kiri)

#5. Berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung yang dilanjutkan dengan berwudhu. Tetapi, tidak sampai kepada mencuci kaki, karena bagian mencuci kaki nanti akan diakhirkan.

#6. Basuh rambut dengan menyela-nyela rambut menggunakan tangan sehingga seluruh rambut menjadi basah hingga ke pangkal dan kulit kepala.

#7. Selanjutnya menyiram kepala sebanyak 3x

#8. Mengguyur/menyiram seluruh anggota badan dengan selalu mendahulukan anggota badan yang bagian kanan, hal ini sesuai dengan hadist Nabi yang berbunyi: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika bersisir, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268)

#9. Pindah tempat dari tempat semula dan selanjutnya mencuci kaki hingga sela-sela jari sehingga seluruh bagian kaki anda menjadi basah.

Nah itu adalah tata cara mandi Wajib untuk laki-laki ketika berhadast besar seperti selesai berjima’ dan ketika keluar mani (pada bagian lain akan kami jelaskan lebih rinci tentang ini). Berikutnya kita akan berikan panduan tata cara mandi wajib untuk wanita (kaum Ibu)

Tata cara mandi wajib wanita

Jika laki-laki diwajibkan melakukan mandi wajib saat junub saja, maka wanita diwajibkan mandi wajib/mandi besar tidak saja saat junub tetapi juga ketika nifas, haid dan sehabis melahirkan.

Jika anda (wanita) hanya junub saja, maka tata cara mandi wajibnya sama dengan tata cara mandi wajib laki-laki. Yang membedakannya hanya satu saja. Seperti yang tertera dalam hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ummu Salamah, beliau bertanya:

“Wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka gelungan rambutku ketika mandi junub?”

Beliau menjawab:

Beliau bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga kali, kemudian guyurlah kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 330).

Akan tetapi, jika anda nifas atau selepas melahirkan, maka anda bisa mengikuti tuntutan cara mandi wajib untuk wanita yang nifas dan selesai melahirkan.

#1. Anda berniat melakukan mandi wajib nifas/haid

#2. Kemudian mencuci kedua belah tangan terlebih dahulu. Baik menggunakan air mengalir ataupun tidak.

#3. Membasuh kemaluan hingga bersih hingga tidak tampak lagi bekas-bekas hadast besar.

#4. Ketika membasuh kemaluan, hendaklah dilakukan menggunakan tangan kiri dan tangan kanan menyiramnya menggunakan ember/gayung.

#5. Berkumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung yang dilanjutkan dengan berwudhu. Tetapi, tidak sampai kepada mencuci kaki, karena bagian mencuci kaki nanti akan diakhirkan.

#6. Menggosok-gosok rambut agak keras hingga air mencapai kulit kepada.  Hal ini berdasarkan hadis Aisyah radhiallahu ‘anha, yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mandi wanita haid. Beliau menjelaskan:

“Kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, lalu wudhu dengan sempurna. Kemudian  menyiramkan air pada kepalanya, lalu menggosok-gosoknya agak keras hingga mencapai akar rambut kepalanya. Kemudian menyiramkan air pada kepalanya. Kemudian engkau mengambil kapas bermisik, lalu bersuci dengannya.” (HR. Bukhari no. 314 & Muslim no. 332)

#7. Selanjutnya menyiram kepala sebanyak 3x sama seperti mandi junubnya kaum laki-laki

#8. Mengguyur/menyiram seluruh anggota badan dengan selalu mendahulukan anggota badan yang bagian kanan,

Hal ini sesuai dengan hadist Nabi yang berbunyi:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika bersisir, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268)

#9. Pindah tempat dari tempat semula dan selanjutnya mencuci kaki hingga sela-sela jari sehingga seluruh bagian kaki anda menjadi basah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat Mandi Wajib

#1. Pastikan air yang digunakan untuk mandi wajib adalah air mutlak/suci

#2. Jika masih ada yang bertanya, apakah masih perlu berwudhu lagi setelah mandi wajib, maka jawabannya tidak perlu. Karena nabi kita tidak melakukannya lagi.

#3. Anda harus mandi dengan teliti. Jangan sampai ada bagian tubuh yang tidak basah/kena oleh air, sehingga mandi wajib yang anda lakukan tidak sempurna, bahkan sangat mungkin tidak sah

#4. Saat mandi, pastikan tidak mandi ditempat terbuka yang bisa dilihat oleh banyak orang. Jika dirumah, pastikan kamar mandi anda ditutup dengan baik. Bagian ini merupakan adab dalam melakukan mandi. Baik mandi biasa maupun mandi wajib

#5. Karena semua bagian tubuh harus terkena air, maka jangan ada yang tertutup, termasuk bagian kepala.

#6. Untuk wanita yang memiliki rambut yang panjang dan menyanggul rambutnya boleh tidak membuka sanggul rambutnya (khusus mandi wajib junub), namun untuk mandi wajib haid dan nifas harus membasahi rambut secara sempurna.

Itulah panduan tata cara mandi wajib yang bisa anda ikuti agar bisa melakukannya dengan benar dan tidak menyelisihi sunnah nabi kita Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam.

Jika anda ingin keterangan yang lebih lengkap, kami menyarankan anda untuk menonton video tata cara mandi wajib berikut:

Allahu ‘alam

[tweetshare tweet=”#Wah, ini nih tata cara mandi wajib lengkap dari A – Z#, benar-benar sesuai tuntunan Rasulullah. Merasa laki, masuk sini” username=”idkaffah”]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *