10 Teknik SEO Onpage Terbaru 2019

seo onpage

Teknik SEO On page Website

Kita tahu.

Secara umum, tindakan SEO itu ada 3.

Mulai dari Technical SEO, Onpage SEO dan Off-Page SEO. Semuanya penting dan tidak bisa berdiri sendiri. Saling terkait.

Anda tidak bisa melakukan SEO Off-Page tanpa melakukan SEO Onpage. Apalagi mengabaikan bagian Technical SEO.

Sekali lagi, semuanya penting dan berpengaruh pada peringkat website.

Nah, pada kesempatan ini. Kami dari SEO Preneur akan membahas lebih jauh tentang SEO Onpage. Untuk anda yang ingin belajar SEO Onpage lebih mendalam, artikel ini wajib anda baca.

Karena, pada postingan kali ini.

Kami banyak mengungkap data-data penting yang dikeluarkan oleh salah satu penyedia Tools SEO super keren, yaknik Ahrefs.

Tidak itu saja, kami juga akan membagikan 10 Teknik SEO Onpage yang bisa anda praktekan agar peringakt website terus naik hingga halaman 1 Google.

Karena, SEO adalah salah satu teknik pemasaran online.

Baik, mari kita mulai.

10 Teknik SEO Onpage Terbaru

Perlu diketahui, urutan tidak mempengaruhi tingkat prioritas.

10. Gunakan Url pendek pada artikel

Khusus bagi pemula, url itu akan terlihat seperti ini :

http://www.azhima.id/seo-action-plan/

Dan ternyata, Panjang dan pendeknya url juga berpengaruh pada kualitas Onpage website anda.

Dari data yang dikeluarkan oleh Ahrefs, url pendek dengan jumlah karakter  dibawah 17, jauh lebih banyak mendapatkan peringkat dibandingkan url Panjang.

Untuk membedakan url pendek dan Panjang, anda bisa lihat contoh dibawah ini.

Ini URL pendek : www.azhima.id/keyword

Dan ini yang Panjang: http://www.kaffah.id/rahasia-seo-para-mastah/

Jika anda melihat ada url Panjang mendapatkan peringkat di Google Search, itu lumrah. Karena, bisa saja mereka lebih dominan dari sisi lain.

Untuk membuat url pendek ini, relative mudah. Khususnya untuk anda para pengguna WordPress.

Anda tinggal edit dibagian url, dan masukan url pendek anda.

Ini bukan berarti anda harus merubah semua url anda yang sudah di index google. Tidak. Bukan begitu maksudnya.

Untuk yang sudah di index google, biarkan seperti itu.

Yang perlu anda perhatikan adalah url untuk postingan baru yang akan dibuat.

9. Menggunakan kata kunci di url postingan

Praktek SEO Onpage beberapa tahun lalu memang begitu. Kita memasukan keyword ke url. Kita yakini itu sebagai salah satu penentu peringkat.

Apakah saat ini berlaku seperti itu ?

Menurut pengujuan Ahref, ternyat tidak ada korelasinya.

Hanya saja, mereka tetap menyarankan kita untuk menggunakan keyword di url postingan kita. Tentu dengan alasan yang kuat.

Setidaknya, ada 2 alasan penting.

Alasan pertama, saat kita membagikan url postingan. Orang dengan mudah bisa mengetahuk topik dari halaman website yang dibagikan tersebut.

Karena, pada urlnya terdapat keywordnya.

Alasan kedua, banyak halaman website yang mendapatkan ranking terbaik. Memiliki profile backlink berupa “Nake Backlink” dengan keyword pada urlnya.

Anda bisa merubah url ini dengan mudah.

8. Menggunakan keyword pada Tag Judul, terutama H1

Bagian ini cukup unik.

Berdasarkan data yang mereka kumpulkan, akhirnya menemukan fakta bahwa 85% halaman yang berada dihalaman 1  Google tidak menggunakan “keyword” di tag H1 mereka.

Padahal, selama ini kita meyakini trik ini.

Jadi, saat ini. Anda tidak perlu lagi menggunakan “Exact Match Keyword” pada tag H1. Tapi, bisa menggunakan LSI yang masih ada korelasinya dengan keyword.

Namun, berdasarkan riset singkat yang kami lakukan untuk hasil pencarian Indonesia.

Rata-rata halaman yang masuk halaman 1 Google masih menggunakan keyword pada Tag H1 mereka.

Kesimpulan kami, terapkan trik yang masih bekerja dengan baik.
Khususnya untuk penelusuran Indoensia.

7. Menambahkan eksternal link ke halaman website.

Ya. Ini adalah salah satu trik Onapage SEO bekerja dengan baik bagi kami.

Tentu saja, jika anda melakukannya dengan cara yang benar.
Dan kadar yang tepat.

Jika menulis artikel tentang “Tool Riset Keyword”, kemudian menemukan halaman website lain yang membahas tentang cara riset keyword dengan lengkap.

Tentu saja tidak ada masalah jika anda memberikan link pada merek.

Ini akan meningkatkan pengalaman pengguna.

6. Tambahkan Internal Link

Internal link adalah backlink yang mengarah pada halaman lain, namun terdapat pada website yang sama atau domain yang sama.

Misalnya, di halaman ini kita sedang membahas tentang SEO Onpage. Kemudian saya ingin memberikan internal link ke halaman berikut : Trik SEO para Mastah.

Itu bagus untuk SEO Website anda.

Sekali lagi, anda harus melakukannya dengan benar. Tidak asal dan over optimize.
Karena, resikonya adalah pinalti Google.

5. Optimalkan Judul Halaman yang sudah ranking.

Nah, trik SEO Onpage yang satu ini jarang sekali kita dengar.

Selama ini, kita beranggapan. Jika anda postingan sudah di publish, maka kita tidak perlu lagi merubah dan menyesuaikannya.

Walaupun kinerja postingan itu jelek.

Paradigma ini harus kita ubah. Kita tetap harus pantai kinerja setiap halaman website. Terutama yang sudah masuk ke halaman 1 Google.

Perlu diketahui, website yang mendapatkan ranking #1, seharusnya CTR rata-ratanya adalah 33%, sedangkan jika ranking #2, CTRnya 15% dan ranking #3, CTRnya 10%.

Jika ada halaman yang CTR-nya kurang dari itu semua.

Maka, anda harus melakukan evaluasi terhadap Onpagenya. Mulai dari judul dan deskripsinya.
Coba amati dan tiru website lain yang CTRnya bagus.

Perlu diketahui, CTR sangat besar pengaruhnya pada peringkat website anda.

Jadi, jangan diabaikan.

4. Buat artikel yang mendalam.

Begitu sering kita dengar.

Jika ingin mudah mendapatkan ranking di Google, buatlah artikel yang Panjang. Setidaknya 500 kata, lebih bagus lagi jika lebih dari 1000 kata.

Benarkah demikian ?

Perlu diketahui, yang penting itu bukan jumlah katanya.

Jika jumlah katanya Panjang, tapi pembahasannya keluar dari konteks, tentu saja tidak ada artinya artikel Panjang tersebut.

Yang dimaksud adalah artikel lengkap dan mendalam.

Jika sebuah topik dibahas secara lengkap dan mendalam, maka jumlah katanya otomatis menjadi sangat Panjang.

Contohnya tulisan kami mengenai SEO Onpage ini.

Tidak cukup artikel Panjang dengan pembahasan mendalam. Anda juga harus menyajikan dengan struktur konten yang tepat.

Apakah menggunakan daftar, tabel atau infografik.

Untuk menentukan seperti apa struktur konten yang di inginkan oleh google. And tinggal ketikan keyword yang ditarget.

Kemudian, pelajari 10 website yang ada dihalaman 1 Google tersebut.

Kira-kira model konten seperti yang paling dominan.
Kemudian, tiru model tersebut.

Mudah sekali.

3. Tambahkan kata-kata khusus

Agar judul halaman postingan anda lebih menarik dan tidak monoton.
Sebaiknya, tambahkan kata-kata seperti : Terbaik, Terbaru, Top, Beli, Tahun ini dan lainnya.

Dengan menambahkan kata-kata ini

Anda akan mendapatkan banyak sekali variasi keyword baru yang bisa diranking tanpa harus membuat halaman khusus untuknya.

Bahkan, halaman postingan yang ditambahkan kata-kata khusus ini akan meningkatkan persentase CTR anda tanpa perlu repot-repot.

2. Fast Loading

Nah, Fast Loading tidak hanya penting untuk Onpage Website anda.

Tapi, ini juga akan berpengaruh pada pengalaman pengguna pengunjung website anda. Tidak ada gunanya, CTR tinggi jika akhirnya halaman anda tidak bisa dibuka.

Yang terjadi malah Bounce rate menjadi naik tajam.

Dan ini sinyal buruk pada peringkat website anda di SERPs Google.

Jadi, jangan abaikan bagian ini. Anda harus menginvestasikan sebagian waktu anda untuk mempercepat loading website.

Baik di desktop, maupun mobile.
Keduanya penting.

Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh Google. Penambahan loading website 1-3 s, berpotensi meningaktkan Bounce Rate hingga 32%.

Mengerikan sekali.

Tips Memcepat Loading Halaman.

Untuk membantu anda agar halaman postingan bisa loading dengan cepat.

Mungkin, beberapa tips praktis dibawah ini bisa anda coba.

Pertama, optimalkan gambar, script dan css.

Optimasi gambar bisa anda lakukan dengan cara mengupload gambar sesuai dengan ukuran yang digunakan.

Tidak terlalu kecil, apalagi terlalu besar.

Jika anda butuh ukuran gamabr 400 x 800 px, jangan upload gambar dengan ukuran 800 x 1600 px. Ini akan membebani halaman website anda.

Terutama saat dibuka menggunakan perangkat mobile.

Kedua, menggunakan CDN

Karena CDN agak mahal, alternatifnya bisa menggunakan Cloudflare.

Mungkin, pada tulisan lain. Kita akan bahas bagaimana menggunakan Cloudflare untuk meningkatkan kecepatan website.

Ketiga, menggunakan Cache

Untuk pengguna WordPress, ada banyak sekali plugin cache diluaran sana. Beberapa yang cukup sering kami gunakan adalah

WP Fastes Cache, WP Rocket dan WP3 Total Cache.

Anda bisa menggunakan salah satunya saja.

Untuk panduan menggunakan masing-masing plugin Cache diatas, akan kami bahas pada halaman yang lain. Silahkan tunggu.

1.User Experience / UX

Nah, jika anda bertanya SEO Onpage yang paling besar pengaruhnya pada tahun 2019 ini, jawabannya adalah user experience.

Anda bisa meningkatkan UX ini dengan cara meningkatkan UI (User Interface).

Misalnya, dengan menggunakan font dan warna font yang tepat.

Agar lebih mudah, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk meningatkan user experience pengunjung di website anda.

Pertama adalah meningkatkan keterbacaan visual.

Sering kita temukan.

Ada artikel yang terdiri dari paragraph Panjang. Terdri dari 4 – 8 baris per paragraph. Ditambah lagi dengan penggunaan kalimat yang terlalu Panjang.

Kadang, juga ada yang penempatan titik dan komanya salah.

Harus anda sadari, cara ini salah. Ini akan membuat pengalaman pengguna menjadi buruk. Dan sinyal SEO Onpage Website anda jelek.

Seharusnya, anda menggunakan maksimal 3 baris untuk setiap paragraph.

Untuk kalimat, usahakan tidak lebih dari 7 kata. Jika lebih, gunakan koma atau titik untuk memberikan jeda. Ini akan memudahkan orang untuk memahami konteks kalimat.

Jangan lupa, tambahkan gambar yang relevan.

Kedua, menambahkan daftar isi

Ini penting sekali.

Jika anda menulis artikel yang super lengkap dan mendalam. Otomatis artikel itu akan Panjang.

Karena Panjang, maka anda harus membuat daftar isi untuk memudahkan pembaca melihat sub judul dari artikel.

Untuk membuat daftar isi. Ada banyak plugin yang bisa anda gunakan.

Seperti Plugin Table of Content.

Ini adalah plugin yang juga kami gunakan pada postingan ini.

Terakhir . . .

Dari 10 Teknik SEO Onpage diatas, semuanya bermuara pada 2 hal penting. Yakni : Relevansi dan User Experience.

Jika anda bisa memenuhinya, dengan mengkombinasikan 10 teknik Onpage Website diatas, maka ranking halaman 1 Google tidak sekedar harapan lagi.

Satu hal penting lagi yang perlu anda perhatikan saat melakukan SEO Onpage, yaitu memenuhi maksud pencarian dari keyword yang digunakan user.

Jika anda bisa melakukannya dengan baik. Pekerjaan SEO Off-page anda menjadi lebih ringan.

Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang SEO, anda bisa Belajar SEO di Kaffah Academy. Bahkan, saat ini mereka juga menawarkan Layanan Optimasi Website perusahaan.

Selamat praktek.